Mengenal Miqat dan Tempatnya

Mengenal Miqat dan Tempat-Tempatnya

Mengenal Miqat didalam pelaksanaan ibadah haji dan umroh. Miqat secara harfiah yang berarti batas dimana akan dimulainya jamaah haji dan umroh melafadzkan niat berihram sebelum memasuki tanah haram Makkah.

Miqat adalah batas tanah biasa dan tanah Haram yang sudah ditentukan. Semua jamaah haji ataupun umroh tanpa terkecuali jika melintasi tempat-tempat miqat yang sudah ditentukan wajib baginya mengenakan pakaian ihram untuk berihram.

Jenis miqat ada dua macam. Pertama, Miqat Zamani (bata waktu) dan yang kedua, Miqat Makami (letak batas tanah)

1. MIQAT ZAMANI
Mikat Zamani yang berhubungan dengan batas waktu, kapan atau pada waktu apa hitungan dilaksanakannya ibadah Haji. Batas-batas waktu tersebut adalah bulan-bulan haji (Syawwal, Dzul Qa’dah, dan 10 hari pertama dari bulan Dzul Hjjah). telah disebut dalam Al-Qur’an yaitu dalam surat Al-Baqarah ayat 197.Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَّعْلُوْمَاتٌ
“Haji itu pada bulan-bulan yang telah ditentukan.” (Al-Baqarah: 197)

2. MIQAT MAKANI
Miqat Makani : dimana tempat-tempat yang telah ditentukan dalam syariat, batas dimana akan dimulainya niat ihram saat melaksanakan ibadah haji ataupun umroh.

Tempat-Tempat Miqat


1. Bir ‘Ali atau Abyar ‘Ali di Madinah yang dulu disebut Dzul Hulaifah. miqat untuk penduduk Madinah dan pendatang yang melaluai rute tersebut.

2. Al-Juhfah yang dulunya disebut Mahya'ah. miqat untuk penduduk Arab Saudi bagian utara dan negara-negara Afrika Utara dan Barat, serta penduduk negeri Syam (Lebanon, Yordania, Syiria, dan Palestina) atau yang melewati rute mereka.

3. Qarnul Manazil yang sekarang disebut As-Sail. miqat penduduk Najd dan negara-negara teluk, Irak (bagi yang melewatinya), Iran dan juga penduduk Arab Saudi bagian selatan di sekitar pegunungan Sarat.

4. As-Sa’diyyah yang dulunya disebut Yalamlam. miqat penduduk negara Yaman, Indonesia, Malaysia, dan sekitarnya.

5. Dzatu ‘Irqin sekarang Adh-Dharibah miqat penduduk negeri Irak (Kufah dan Bashrah) dan penduduk negara-negara yang melewatinya.

Semua Miqat ditetapkan oleh Nabi sebagaiman disebukan dalam hadis-hadis Bukhari, Muslim dll.

Petunjuk miqat jamaah haji dan umroh dari berbagai arah.

Tempat Miqat

Bagi umat muslim yang datang ke Makkah darimanapun mereka berasal dengan tujuan melaksanakan ibadah Haji atau Umroh wajib berihram dari tempat miqat yang sudah ditentukan. berbeda lagi bila kedatangan ke Makkah dengan tujuan bekerja atau niaga, maka yang bersangkutan tidak diwajibkan untuk berihram. Sesuai dengan hadisnya Rasulullah, “ Miqat-miqat itu untuk penduduk-penduduk wilayah itu, juga untuk penduduk daerah lain yang hendak haji atau umrah yang melintasi miqat-miqat itu”.

Yang harus diperhatikan baik jamaah haji atau umroh adalah bilamana lupa memakai pakaian ihram dari lokasi miqat yang sudah ditetapkan sampai berangkat ke Makkah, maka jamaah yang bersangkutan terkena denda yang harus dibayar dengan menyembeli satu ekor kambing.

Demikianlah sedikit pembahasan tentang batas dan tempat miqat. Semoga bisa menambah pengetahuan!
Diulas oleh Hendra Syaputra; Rating Blog: ★★★★★ dari 5
© 2019 PT. Holyland Abadi Supported by: Blogger