Mengenal Tawaf

Tawaf: Penjelasan dan Tata Cara Pelaksanaan

Tawaf merupakan kegiatan yang dilakukan dengan cara mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali putaran. Dimulai dan diakhiri pada tempat dimana hajar aswad ditempatkan dan ka’bah selalu di arah kiri. Semua umat muslim di dunia yang melaksanakan ibadah haji maupun umrah akan melakukan ibadah ini sambil membaca bacaan yang telah ditentukan.

Macam-MacamTawaf

Ada beberapa jenis tawaf yang harus difahami, yaitu:
• Tawaf Qudum, ialah tawah yang dilakukan ketika saat pertama kali sampai di Makkah.
• Tawaf Umrah, ialah tawaf yang dilaksanakan ketika sedang melakukan ibadah umrah
• Tawaf ifadah, ialah tawaf yang dilakukan untuk menunaikan rukun yang ada dalam rangkaian ibadah haji.
• Tawaf wada, yaitu tawaf yang dilakukan ketika akan meninggalkan kota Makkah atau disebut juga sebagai tawaf terakhir atau tawaf pamitan.
• Tawaf Sunnah, yaitu tawaf yang dilakukan setiap waktu kapan pun diinginkan dan tidak perlu diikuti dengan pelaksanaan sa’i.

Syarat melakukan Tawaf haruslah dipenuhi diantaranya menutup semua aura dan menghindarkan diri dari hadast dan najis. Selain itu pelaksana tawaf harus ada di masjidil haram dan tertib, dimana mulai permulaan tawaf harus dilakukan dari hajar aswad dan menjadikan ka’bah berada di arah kiri dengan meluruskan bahu kiri kea rah ka’bah. Putaran tawaf dilakukan sebanyak tujuh kali putaran dan harus di luar ka’bah. Niat tawaf sendiri yiatu hanya diperlukan untuk jamaah yang mengerjakan tawaf Sunnah dan tawaf wada saja. Sedangkan untuk tawaf yang termasuk ke dalam rukun dan tawaf Qudum tidak perlu menggunakan niat.

Beberapa Sunnah yang bisa dilakukan ketika sedang tawaf diantaranya berjalan tanpa menggunakan alas kaki dan tanpa menggunakan kendaraan. Hal itu akan menjadikan ibadah semakin khusyu dan terhindarkan diri dari kesombongan ketika menghadap Allah dan melaksanakan ibadahnya. Untuk pria, ada baiknya menggunakan pakaian dengan cara idhthiba’ atau dengan menjadikan tengahnya selendang bahu yang kanan di bawahnya ketiak dan mengupulkan keduanya di atas bahu kiri dan membiarkan bahu yang kanan yang terbuka. Tawaf dilakukan dengan berlari kecil terutama pada saat putan pertama hingga ketiga, dan setiap antara rukun Yaamani dan hajar aswad.

Jika ada kesempatan maka ciumlah hajar aswad, juga membaca dzikir yang disunnah kan di dalam tawaf. Ketika melakukan tawaf maka diharuskan selalu khusyu dan khudu atau merendahkan diri di hadapan Allah, berturut-turut antara putaran tawaf serta melakukan shalat dua rakaat. Untuk tata cara pelaksanaanya sendiri dijelaskan dalam uraian berikut:

• Masuk ke dalam masjidil haram dari pintu Bani Syaibah atau pintu Babussalam
• Lurus dengan hajar aswad lalu mulai melakukan tawaf
• Lakukan tawaf tujuh putara dengan jarak antara ka’bah paling dekat kurang lebih satu meter
• Setelah tawaf selesai, berjalan menuju multazam dan berdoa di multazam. Setelah itu datang ke hajar aswad dan mencium hajar aswad. Lalu pergi maqam Nabi Ibrahim.
• Di maqam Nabi Ibrahim, lakukan shalat Sunnah dan pergi ke Hijr Ismail.
• Jika sudah berada di Hijr Ismil bisa langsung melaksanakan shalat dan berdo’a di bawah talang Mas dan ke tempat air zam-zam. Coba untuk meminum air zam zam

Ada banyak keutamaan dan hal Sunnah yang bisa dikerjakan ketika sedang melaksanakan tawaf baik ketika ibadah haji atau ketika sedang melaksanakan umrah. JIka masih kurang jelas, maka pembimbing haji dan umrah akan memberikan bimbingan pun penerangan mengenai tawaf dengan lebih jelas dan mudah untuk difahami.
© 2019 PT. Holyland Abadi Supported by: Blogger