Sejarah dan Keistimewaan Kota Madinah

Sejarah-dan-Keistimewaan-Kota-madinah

Madinah al-Munawwarah

Madinah merupakan kota suci kedua bagi umat Islam, setelah Mekah. Jaraknya sekitar 600 kilometer dari Masjidil Haram. Kota ini termasuk ke dalam kota yang wajib dikunjungi dalam rangkaian ibadah haji. Di kota inilah Nabi Muhammad SAW pernah hidup hingga akhir hayatnya. Makam beliau pun berada di kota suci ini.

Sejak Nabi Muhammad SAW hijrah ke sini, Madinah mengalami perkembangan pesat. Kota ini menjadi pusat dakwah dan pemerintahan Islam. Perkembangan Islam sangat pesat di kota ini, bahkan menyebar luas ke berbagai daerah hingga ke luar jazirah Arab.

Keistimewaan Madinah

Pada zaman Nabi Muhammad SAW, Madinah menjadi pusat dakwah Islam. Perkembangan Islam terus berlajut hingga menjadi pusat pendidikan Islam. Di kota ini banyak lahir cendekiawan muslim dan ulama besar. Dan di kota inilah Nabi Muhammad SAW dan para sahabat dimakamkan. Seperti pada Mekah, Allah SWT menjanjikan perlindungan pada Madinah. Kota ini tidak boleh dimasuki oleh orang kafir dan dajjal. Para malaikat diutus untuk menjaga Madinah.

Madinah begitu istimewa sehingga namanya sering disebut dalam Al-Qur’an. Allah SWT menjadikan Madinah sebagai tanah suci dan memerintahkan Nabi Muhammad SAW hijrah ke kota ini. Madinah disebut juga sebagai tanah penuh berkah dan rakhmat karena setiap ibadah yang dilakukan di sini maka pahalanya berlipat ganda. Umat Islam meyakini Madinah sebagai tempat mustajab untuk berdoa.

Ada beberapa tempat yang membuat Madinah begitu istimewa bagi umat Islam, di antaranya adalah:
  1. Adanya Masjid Nabawi.
  2. Adanya makam Nabi Muhammad SAW, makam Abu Bakar As Sidiq, dan makam Umar bin Khattab.
  3. Adanya area pemakaman Al Baqi tempat dimakamkannya para sahabat dan ulama besar, serta makam penduduk Madinah dan jamaah haji yang wafat di Madinah.
  4. Adanya Wadi Al A’qiq tempat singgah Nabi Muhammad SAW setiap pulang berhaji.
  5. Adanya Jabal Uhud tempat terjadinya perang besar antara kaum muslim Madinah melawan kaum musrik Mekah.
  6. Adanya beberapa masjid bersejarah seperti Masjid Khamsah, Masjid Qiblatain, dan Masjid Quba.

Nilai Sejarah Madinah

Sebelum kedatangan Nabi Muhammad SAW, Madinah dikenal dengan nama Yastrib. Kota ini merupakan pusat perdagangan dengan penduduk yang mayoritas sudah memeluk agama Islam. Kaum Yahudi banyak juga menetap di sini dengan jaminan perlindungan keamanan dari pemerintah yang saat itu masih memakai sistem khafilah.

Pada tahun pertama hijrahnya, Nabi Muhammad SAW mendirikan masjid Masjid Nabawi yang saat itu kiblatnya masih mengarah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem. Masjid ini memiliki keutamaan karena Allah SWT melipatgandakan pahala ibadah hingga 1.000 kali. Peletakan batu pertama pembangunan masjid ini dilakukan sendiri oleh Nabi Muhammad SAW. Sedangkan pengerjaannya hingga selesai dilakukan secara gotong royong. Di samping masjid, dibangun rumah tempat tinggal Nabi Muhammad SAW dan keluarganya. Tempat tinggal inilah yang juga menjadi tempat dimakamkannya beliau.

Nabi Muhammad SAW mendirikan beberapa masjid lainnya, seperti Masjid Qiblatain, Masjid Quba, dan Masjid Khamsah. Di Masjid Quba pernah dilakukan sholat berjamaah secara terbuka. Sebelumnya, sholat dilakukan secara diam-diam untuk menghindari serangan kaum musrik.

Madinah pernah mengalami berbagai serangan, terutama dari kaum musrik Mekah. Pada tahun ke-3 setelah hijrah, sekitar 3.000 orang pasukan kaum musrik Mekah menyerang. Kaum muslim Madinah yang hanya berjumlah 700 orang melakukan perlawanan di bawah pimpinan Nabi Muhammad SAW. Perang ini dikenal dengan Nama perang Uhud karena terjadi di lembah Gunung Uhud.
© 2019 PT. Holyland Abadi Supported by: Blogger